Dahlia
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Januari 2013

12 kata “JANGAN MENUNGGU” yang perlu dihindari:

‎1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan.

5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapii pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.
name="more">6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis, tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai,tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur, tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!

Dan … Jangan menunggu lama lagi untuk membagikan tulisan ini kepada semua orang yang anda kenal … sehingga kita semua tersadar …

Sabtu, 25 Februari 2012

Jadilah Kamu Generasi Terbaik Untuk Ummat

Kalau kita bisa mewujudkan idealisme jati diri kita yang sudah kita temukan itu, maka kita bakal tampil sebagai sosok dengan pribadi Islam yang kuat, yang punya misi dan visi hidup yang jelas. Untuk mengaplikasikan idealisme jati diri kita dalam kehidupan sehari-hari, maka kita harus lebih mengenal Islam itu sendiri. Kita harus memperkaya khasanah pemikiran kita dengan hukum-hukum Islam, lalu senantiasa menyandarkan dan mengatur seluruh aktifitas dan amalan kita.

Mengembangkan Inovasi dan Kreativitas Berfikir Pada Diri dan Organisasi Anda

Assalaamu'alaikum wr.wb


Sudah kurang lebih 1 jam lebih aku sudah menyelesaikan buku "Mengembangkan Inovasi dan Kreativitas Berfikir Pada Diri dan Organisasi Anda" karya M. Ahmad Abdul Jawwad terbitan PT Syaami; Cipta Media setebal 112 halaman. Buku tersebut aku baca dan pahami dan alhamdulillah banyak sekali kandungan yang terdapat pada buku tersebut. Dalam Buku tersebut, Ahmad mengaajak kita untuk berfikir inovasi dan kreativitas agar pada diri kita tidak selalu mengekor (taqlid) kepada seseorang.

Menata Ulang Cita-Cita [ Motivasi Islam ]

Menata Ulang Cita-Cita [ Motivasi Islam ]


Assalaamu'alaikum wr.wb

Pada kesempatan kali ini babahe akan memberikan sedikit tentang Motivasi Islam. Sobat Muda...tidak dapat dipungkiri lagi bahwasannya semua orang ingin melakukan perubahan diri dalam hidupnya. Untuk melakukan perubahan tersebut, sudah barang tentu kita harus banyak melakukan evaluasi atau intropeksi diri, siapapun yang ingin semakin baik dalam hidupnya membutuhkan " cermin "

Jumat, 16 Desember 2011

MENGGAPAI SELAMAT

MENGGAPAI SELAMAT

“Selamat”, merupakan keinginan setiap orang. Oleh karena itu, setiap orang berupaya agar selamat. Ia ingin agar segenap aktivitasnya mengarah pada keselamatan, baik keselamatan di dunia, maupun keselamatan di akherat.

Untuk menggapai keselamatan, maka ia tekun beribadah kepada Allah SWT, dan memberi manfaat optimal bagi lingkungannya atau rahmatan lil’alamiin. Ia memiliki gairah (passion) dalam beribadah dan rahmatan lil’alamiin. Ia menanamkan dalam hati dan pikirannya untuk beribadah dan rahmatan lil’alamiin, agar otaknya memproses informasi itu secara terus menerus, sehingga menimbulkan gairah untuk mewujudkannya.

MEMBANGUN KETERGANTUNGAN DIRI

MEMBANGUN KETERGANTUNGAN DIRI

Secara umum, ketergantungan diri pada sesuatu adalah terlarang. Contoh, bagi orang yang mengalami ketergantungan obat, maka ia akan dirawat di rumah sakit ketergantungan obat. Satu-satunya ketergantungan yang dibolehkan, adalah ketergantungan kepada Allah SWT. Mindset ini diajarkan oleh Allah SWT dalam QS.112:2.

Allah SWT mengajarkan, “Katakanlah, “Dialah Alah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu. Dia tidak beranak, dan tiada pula diperanakkan, serta tidak ada sesuatupun yang setara denganNya” (QS.112:1-4).

AKIBAT PERBUATAN SENDIRI


AKIBAT PERBUATAN SENDIRI

Adakalanya seseorang menyesali perbuatan sendiri, karena perbuatannya telah membuat ia menderita. Penyesalan semacam ini sebetulnya terlambat, karena peristiwa telah terjadi, dan yang bersangkutan telah terlanjur menderita.

Namun demikian, penyesalan semacam ini dapat dimanfaatkan oleh yang bersangkutan sebagai “pengetahuan”, karena ia menjadi tahu tentang akibat suatu perbuatan. Penyesalan semacam ini juga dapat dimanfaatkan oleh orang lain sebagai “pengetahuan” tentang akibat suatu perbuatan, dengan menjadikan orang yang mengalaminya sebagai contoh hidup atas akibat suatu perbuatan.

KEPENTINGAN DIRI SENDIRI

KEPENTINGAN DIRI SENDIRI

Pada saat ini banyak orang yang memberi makna negatif terhadap “kepentingan diri sendiri”, terutama ketika diperhadapkan dengan “kepentingan masyarakat”. Kondisi ini muncul, karena banyak orang terpedaya dengan sukses palsu.

Sukses palsu menjadikan kepentingan diri sendiri bertentangan dengan kepentingan masyarakat, karena sukses hanya diukur dari perolehan harta, pangkat / jabatan, peringkat / gelar, dan besarnya keluarga. Saat itu itulah upaya pencapaian sukses palsu mengabaikan kepentingan masyarakat.

MENGABAIKAN DIRI SENDIRI

MENGABAIKAN DIRI SENDIRI

“Mengabaikan” adalah suatu kondisi di mana seseorang tidak cukup memberi kepedulian (care) atau perhatian (attention) pada sesuatu. Dengan demikian “mengabaikan diri sendiri”, berarti suatu kondisi di mana seseorang tidak cukup memberi kepedulian atau perhatian pada diri sendiri.

Seseorang yang mengabaikan diri sendiri seringkali tidak bersedia mengakui potensi yang ada pada dirinya. Ia terprovokasi oleh pendapat orang lain tentang citra negatif dirinya. Ia berkeyakinan, bahwa dirinya tidak akan mampu mengerjakan sesuatu.

MENGHITUNG DIRI SENDIRI

MENGHITUNG DIRI SENDIRI

Seorang manusia tidak layak mengabaikan diri sendiri, namun seorang manusia juga tak layak mengagungkan diri sendiri. Seorang manusia hendaknya mampu menghitung diri sendiri. Ia harus mampu memperhitungkan positioning dirinya di hadapan Allah SWT dan di hadapan masyarakat. Ia haruslah berada pada posisi taqwa di hadapan Allah SWT, dan berada pada posisi rahmatan lil’alamiin di hadapan masyarakat.


Setiap manusia memiliki modal dasar, yang berupa: Pertama, potensi diri, yaitu kemampuan yang masih bersifat potensial, atau belum diwujudkan. Kedua, kemampuan diri, yaitu potensi yang telah berhasil diaktualisasikan, atau telah berhasil diwujudkan.

BETTER INFORMATION

REAL PEOPLES

”Real peoples”, adalah suatu masyarakat yang nyata. Masyarakat ini dikatakan nyata, karena segenap pemikiran, sikap, tindakan, dan perilakunya sesuai dengan kebenaran yang nyata, yaitu kebenaran yang bersumber pada nilai-nilai Islam.

Seseorang yang berinteraksi dengan real peoples, dapat belajar tentang pemikiran, sikap, tindakan, dan perilaku masyarakat ini, yang selalu sesuai dengan nilai-nilai Islam. Apabila pemikiran, sikap, tindakan, dan perilaku seseorang belum mengarah pada ibadah kepada Allah SWT dan rahmatan lil’alamiin, maka interaksi orang tersebut dengan real peoples akan membantunya berikhtiar melaksanakan ibadah kepada Allah SWT dan rahmatan lil’alamiin.

Allah SWT berfirman, ”Apabila telah datang pertolongan Allah, dan kemenangan; dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong; maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, dan mohonlah ampun kepadaNya. Sesungguhnya Dia (Allah) adalah Maha Penerima Taubat” (QS.110:1-3).

A FORCE FIGHTING

“A force fighting” atau kekuatan untuk berjuang, merupakan paket energi yang berisi kekuatan (power), kelompok terorganisir (organized group), dan pengaruh (influence) yang dimiliki seseorang atau suatu kelompok untuk melakukan suatu ikhtiar atau perjuangan tertentu.

Ketika seorang muslim ingin mensejahterakan, mencerdaskan, dan mengajak diri sendiri, sahabat, dan masyarakat menuju taqwa; maka ia membutuhkan a force fighting. Seorang muslim membutuhkan:

Pertama, kekuatan, agar ia mampu “mendorong” masyarakat bergerak dari kemiskinan menuju kesejahteraan, dari kebodohan menuju kecerdasan, atau dari kefasikan menuju ketaqwaan.

Jumat, 09 Desember 2011

Peta Kehidupan

Peta Kehidupan

Bayangkan anda saat berada di tengah samudera di atas sebuah speedboat. Lima puluh kilometer di depan anda adalah sebuah pulau, dan di pulau itu terdapat semua yang anda inginkan dan cita-citakan. Semua impian anda. Dan satu-satunya cara untuk mendapatkan itu semua adalah sampai ke pulau tersebut. Pulau itu ada di belakang cakrawala. Tapi cakrawala yang mana?

Penjara Pikiran Anda

Penjara Pikiran Anda

Seekor belalang telah lama terkurung di dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira dia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain, namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Lepaskan ikatanmu

Lepaskan ikatanmu

Di suatu hutan hiduplah sekelompok monyet. Pada suatu hari, tatkala mereka tengah bermain, tampak oleh mereka sebuah toples kaca berleher panjang dan  sempit yang bagian bawahnya tertanam di tanah. Di dasar toples itu ada kacang yang sudah dibubuhi dengan aroma yang disukai monyet. Rupanya toples itu adalah perangkap yang ditaruh di sana oleh seorang pemburu.
Salah seekor monyet muda mendekat dan memasukkan tangannya ke dalam toples untuk mengambil kacang-kacang tersebut. Akan tetapi tangannya yang terkepal menggenggam kacang tidak dapat dikeluarkan dari sana karena kepalan tangannya lebih besar daripada ukuran leher toples itu. Monyet ini meronta-ronta untuk mengeluarkan tangannya itu, namun tetap saja gagal.
Seekor monyet tua menasihati monyet muda itu, “Lepaskanlah kepalanmu atas kacang-kacang itu! Engkau akan bebas dengan mudah!”
Namun monyet muda itu tidak mengindahkan anjuran tersebut, tetap saja ia bersikeras menggenggam kacang itu. Beberapa saat kemudian, sang pemburu datang dari kejauhan. Sang monyet tua kembali meneriakkan nasihatnya, “Lepaskanlah kepalanmu sekarang juga agar engkau bebas!”
Monyet muda itu ketakutan, namun tetap saja ia bersikeras untuk mengambil kacang itu. Akhirnya, ia tertangkap oleh sang
pemburu.
Demikianlah, kadang kita juga sering mencengkeram dan tidak rela melepaskan hal-hal yang sepatutnya kita lepaskan: kemarahan,
kebencian, iri hati, ketamakan, dan sebagainya. Apabila kita tetap tak bersedia melepas, tatkala kematian datang “menangkap” kita,
semuanya akan terlambat sudah. Bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lampau, dan menatap hari esok dengan lebih cerah? Bukankah dunia akan menjadi lebih indah jika kita bisa melepaskan “kepalan” kita dan membagi kebahagiaan dengan orang lain ? (Swaramer)

Lemparkan Dadu-mu

Lemparkan Dadu-mu

Ular-Tangga, permainan semasa kita kecil, adalah contoh yang bagus tentang permainan nasib manusia. Ada petak-petak yang harus dilewati. Ada tangga yang akan membawa kita naik ke petak yang lebih tinggi. Ada Ular yang akan membuat kita turun ke petak di bawahnya.

Mengapa Berteriak?

Mengapa Berteriak?

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya;
“Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan  marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?”
Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab;
“Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.”
“Tapi…” sang guru balik bertanya, “lawan bicaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?”

Belajar dari Filosofi Jagung

Belajar dari Filosofi Jagung

Suatu ketika, seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik buah jagungnya, yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia  selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga  di sekitar perkebunannya.

Tips Menjadi Pribadi Siap Kerja ala Mario Teguh.

Tips Menjadi Pribadi Siap Kerja ala Mario Teguh.

Mengawali sebuah karir pada suatu perusahaan atau instansi pemerintahan adalah masih menjadi idaman, bagi sebagian besar calon tenaga kerja baru. Keahlian dan pengetahuan dasar sesuai bidang ilmunya tentu sudah dikuasai. Tetapi perlu diketahui,  untuk menjadi pribadi siap kerja, tidak hanya masalah itu saja yang harus diperhatikan. Kita ini mahluk sosial, harus pula memperhatikan lingkungan sekitar, guna mendukung karir yang kita impikan. Ada Tips menarik untuk Menjadi Pribadi Siap Kerja dari Sang Inspirator kita Bp Mario Teguh, berikut point-point-nya:

Tips Menjadi Pribadi Siap Kerja ala Mario Teguh.

Tips Menjadi Pribadi Siap Kerja ala Mario Teguh.

Mengawali sebuah karir pada suatu perusahaan atau instansi pemerintahan adalah masih menjadi idaman, bagi sebagian besar calon tenaga kerja baru. Keahlian dan pengetahuan dasar sesuai bidang ilmunya tentu sudah dikuasai. Tetapi perlu diketahui,  untuk menjadi pribadi siap kerja, tidak hanya masalah itu saja yang harus diperhatikan. Kita ini mahluk sosial, harus pula memperhatikan lingkungan sekitar, guna mendukung karir yang kita impikan. Ada Tips menarik untuk Menjadi Pribadi Siap Kerja dari Sang Inspirator kita Bp Mario Teguh, berikut point-point-nya:

Jumlah Pengunjung

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes