Dahlia

Jumat, 09 Desember 2011

Lepaskan ikatanmu

Lepaskan ikatanmu

Di suatu hutan hiduplah sekelompok monyet. Pada suatu hari, tatkala mereka tengah bermain, tampak oleh mereka sebuah toples kaca berleher panjang dan  sempit yang bagian bawahnya tertanam di tanah. Di dasar toples itu ada kacang yang sudah dibubuhi dengan aroma yang disukai monyet. Rupanya toples itu adalah perangkap yang ditaruh di sana oleh seorang pemburu.
Salah seekor monyet muda mendekat dan memasukkan tangannya ke dalam toples untuk mengambil kacang-kacang tersebut. Akan tetapi tangannya yang terkepal menggenggam kacang tidak dapat dikeluarkan dari sana karena kepalan tangannya lebih besar daripada ukuran leher toples itu. Monyet ini meronta-ronta untuk mengeluarkan tangannya itu, namun tetap saja gagal.
Seekor monyet tua menasihati monyet muda itu, “Lepaskanlah kepalanmu atas kacang-kacang itu! Engkau akan bebas dengan mudah!”
Namun monyet muda itu tidak mengindahkan anjuran tersebut, tetap saja ia bersikeras menggenggam kacang itu. Beberapa saat kemudian, sang pemburu datang dari kejauhan. Sang monyet tua kembali meneriakkan nasihatnya, “Lepaskanlah kepalanmu sekarang juga agar engkau bebas!”
Monyet muda itu ketakutan, namun tetap saja ia bersikeras untuk mengambil kacang itu. Akhirnya, ia tertangkap oleh sang
pemburu.
Demikianlah, kadang kita juga sering mencengkeram dan tidak rela melepaskan hal-hal yang sepatutnya kita lepaskan: kemarahan,
kebencian, iri hati, ketamakan, dan sebagainya. Apabila kita tetap tak bersedia melepas, tatkala kematian datang “menangkap” kita,
semuanya akan terlambat sudah. Bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lampau, dan menatap hari esok dengan lebih cerah? Bukankah dunia akan menjadi lebih indah jika kita bisa melepaskan “kepalan” kita dan membagi kebahagiaan dengan orang lain ? (Swaramer)

Lemparkan Dadu-mu

Lemparkan Dadu-mu

Ular-Tangga, permainan semasa kita kecil, adalah contoh yang bagus tentang permainan nasib manusia. Ada petak-petak yang harus dilewati. Ada tangga yang akan membawa kita naik ke petak yang lebih tinggi. Ada Ular yang akan membuat kita turun ke petak di bawahnya.

Mengapa Berteriak?

Mengapa Berteriak?

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya;
“Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan  marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?”
Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab;
“Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.”
“Tapi…” sang guru balik bertanya, “lawan bicaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?”

Belajar dari Filosofi Jagung

Belajar dari Filosofi Jagung

Suatu ketika, seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik buah jagungnya, yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia  selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga  di sekitar perkebunannya.

Tips Menjadi Pribadi Siap Kerja ala Mario Teguh.

Tips Menjadi Pribadi Siap Kerja ala Mario Teguh.

Mengawali sebuah karir pada suatu perusahaan atau instansi pemerintahan adalah masih menjadi idaman, bagi sebagian besar calon tenaga kerja baru. Keahlian dan pengetahuan dasar sesuai bidang ilmunya tentu sudah dikuasai. Tetapi perlu diketahui,  untuk menjadi pribadi siap kerja, tidak hanya masalah itu saja yang harus diperhatikan. Kita ini mahluk sosial, harus pula memperhatikan lingkungan sekitar, guna mendukung karir yang kita impikan. Ada Tips menarik untuk Menjadi Pribadi Siap Kerja dari Sang Inspirator kita Bp Mario Teguh, berikut point-point-nya:

Tips Menjadi Pribadi Siap Kerja ala Mario Teguh.

Tips Menjadi Pribadi Siap Kerja ala Mario Teguh.

Mengawali sebuah karir pada suatu perusahaan atau instansi pemerintahan adalah masih menjadi idaman, bagi sebagian besar calon tenaga kerja baru. Keahlian dan pengetahuan dasar sesuai bidang ilmunya tentu sudah dikuasai. Tetapi perlu diketahui,  untuk menjadi pribadi siap kerja, tidak hanya masalah itu saja yang harus diperhatikan. Kita ini mahluk sosial, harus pula memperhatikan lingkungan sekitar, guna mendukung karir yang kita impikan. Ada Tips menarik untuk Menjadi Pribadi Siap Kerja dari Sang Inspirator kita Bp Mario Teguh, berikut point-point-nya:

Resep Masakan: Soto Banjar

Resep Masakan: Soto Banjar

Soto Banjar adalah soto pedas tradisional Banjar, dengan bahan dasar dari ayam dan bumbu rempah-rempah aromatik seperti kayu manis, pala dan cengkeh. Resep soto banjar ini berbeda dengan soto yang lainnya. Soto banjar ini dilengkapi juga dilengkapi dengan perkedel kentang, yang membuat rasanya semakin lezat.

Bahan Resep Masakan Soto Banjar:
  • 1 ekor ayam,potong menjadi 4 bagian
  • 250 cc susu cair
  • 2 liter air
  • 1/2 butir pala
  • 10 cm kayu manis
  • 2 butir cengkeh
  • Garam secukupnya
Bahan Bumbu Soto Banjar yang dihaluskan:
  • 8 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 1 sdt merica bulat
  • minyak goreng secukupnya
Cara Membuat Resep Masakan Soto Banjar:
  1. Masukkan 2 liter air di dalam panci, masukkan ayam dan garam secukupnya. Rebus sampai ayam matang dan empuk. Angkat.
  2. Lepaskan daging ayam dari tulangnya, potong ayam berbentuk dadu atau disuwir-suwir. Sisihkan. 
  3. Sisakan air perebus ayam kurang lebih 1 3/4 liter.
  4. Masukkan sedikit minyak goreng didalam wajan. Panaskan dengan api sedang. 
  5. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harum.
  6. Masukkan bumbu yang sudah ditumis kedalam kuah ayam. Masukkan juga kayu manis, pala dan cengkeh, didihkan. 
  7. Tambahnkan susu cair, aduk rata supaya tidak pecah. 
Bahan Pelengkap Resep Masakan Soto Banjar:
  1. 4 buah perkedel kentang
  2. 100 gram soun direndam air panas sampai lunak, tiriskan.
  3. 3 butir telur rebus potong-potong.
  4. 4 sdm bawang merah goreng.
  5. 2 batang daun bawang, iris tipis.
  6. 1 batang daun seledri, iris halus.
  7. Kecap manis secukupnya.
  8. Jeruk nipis.
  9. Sambal soto banjar.
Selamat Mencoba Resep Masakan Soto Banjar. . . . .

Jumlah Pengunjung

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes